(Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus)
Dampak merebaknya virus MERS di Korea Selatan
menyebabkan ribuan sekolah sempat ditutup, pertumbuhan ekonomi menurun,
dan menghancurkan sektor pariwisata. Untuk mengantisipasi hal ini
terjadi di Indonesia, Kementrian Kesehatan memperkuat pengawasan
penyebaran virus MERS dengan meningkatkan sistem dan peralatan
pengawasan di Tanjungpinang, Batam, dan Bintan yang merupakan pintu
keluar masuk haji.Meski kasus merebaknya virus MERS terkonsentrasi di negara timur tengah, namun Indonesia rentan terinveksi MERS-CoV karena banyaknya jumlah jamaah haji dan umrah, sekaligus TKI, serta turis yang menyambangi negara-negara tersebut setiap tahunnya. Maka dari itu pemerintah mengupayakan cara untuk memblokir jalan masuk virus MERS ke Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan berupa pemeriksaan kesehatan kepada calon haji dan haji. Mereka juga wajib membawa kartu kewaspadaan dan mengisinya. Kemudian dalam jangka waktu 14 hari menginformasikannya pada petugas kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan.
Virus MERS masa kini telah dengan mudah menyebar dari orang terinfeksi ke orang yang sehat. “Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS-CoV berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan akut gejalanya demam, batuk, dan napas pendek. Sekitar separuh dari jumlah penderita meninggal. Sebagian dari penderita dilaporkan menderita penyakit saluran pernapasan tingkat sedang. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38°C,” ujar Dokter Hewan Surachmi Setyaningsih dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Saat ini memang virus MERS belum memasuki kawasan Indonesia. Namun, sempat ada isu yang menyebutkan bahwa ribuan TKI di jazirah Arab teridentifikasi menderita MERS, namun berita itu hanya merupakan pembohongan publik dan tidak ada bukti lanjut. Menanggapi MERS-CoV yang mematikan ini, apakah Indonesia sudah siap menghadapi serangan virus MERS? Sebetulnya sudah semenjak virus MERS ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012 lalu, Indonesia telah melakukan prosedur penanganan pasien virus MERS. Saat petugas kesehatan menemukan pasien dengan gejala panas tinggi yang merujuk pada virus MERS, maka pasien akan diminta untuk melakukan pengecekan. Apabila terbukti terinfeksi virus MERS, langkah selanjutnya adalah isolasi dan karantina untuk pengobatan berikutnya.
Selain bersiap menghadapi MERS-CoV dengan prosedur penanganan tersebut, pemerintah juga bersiaga dalam hal fasilitas pelayanan kesehatan sampai wilayah/masyarakat melalui surveilans (pemantauan) terhadap orang-orang yang pulang dari daerah terjangkit dan penyiapan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, laboratorium, dan lintas sektor terkait. Bahkan di Thailand, pencegahan MERS sudah menggunakan teknologi detektor suhu panas badan yang diletakkan di rumah sakit dan bandar udara.
Fakta Tentang Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus
- Penyebab: Yang menjadi penyebab virus MERS adalah corona virus yang memiliki kesamaan dengan virus penyebab flu yang biasa dialami manusia.
- Gejala:
Orang yang terinfeksi MERS-CoV akan mengalami gejala seperti demam,
batuk, mual, muntah, diare, dan napas tersengal. Pada beberapa kasus,
penderita juga terkadang mengalami pneumonia.
- Penyebaran: MERS-CoV menyebar melalui cairan yang dikeluarkan lewat sistem pernapasan dan dibawa melalui udara. Di Arab Saudi, ditemukan bahwa virus ini menyebar dari unta ke manusia. Seperti infeksi pada umumnya, virus ini akan lebih cepat menyerang orang dengan sistem imun yang lemah.
- Pengobatan: Hingga kini WHO belum menetapkan vaksin yang efektif untuk mencegah penularan MERS-CoV. Tindakan pengobatan yang harus dilakukan pada orang yang terkena wabah ini biasanya dengan penambahan asupan cairan, obat pereda rasa sakit bahkan dengan pemberian oksigen pada kasus yang sudah parah.
- Pencegahan:
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan cara terbaik untuk
mencegah penularan infeksi MERS-CoV. Jangan lupa untuk mencuci tangan
dengan sabun dan air mengalir setidaknya 20 detik usai beraktifitas,
menghindari kontak dengan orang yang sakit, dan menggunakan masker.(Gunakan masker sebagai langkah terbaik menghindari penyebaran virus MERS)

0 komentar
Posting Komentar